Sudut dan Waktu


Kita hanya memerlukan sudut pandang dan waktu agar suasana itu menyenangkan. Lalu, setelah berubah kita mencari momen yang lain. Selalu begitu, bukan?

Sumber: Mahardika, Jakarta.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen