Berlari

Anak kecil itu berlari, tepatnya berjalan lebih cepat, seperti yang lain di stadion kampus. Tentu, Anda bisa menebak siapa yang sedang berlari di depannya, berkaos putih dan bercelana hitam. Tentu ia terlalu kecil untuk berlari sejajar dengan orang tuanya, namun ia telah memulai untuk melangkah. Kita pun juga begitu, selalu mengejar apa yang ada di depan.

Mungkin sekali waktu, kita hanya perlu menikmati perjalanan kita sendiri. Biarlah yang ada di depan bertarung dengan kehendak sendiri. Dengan daya yang ada pada kita, setiap langkah adalah ikhtiar untuk membuat nyaman tubuh dan pikiran kita sendiri. Kadang tebersit, kita hanya ingin mengejar dan mengejar harapan, sehingga melupakan apa yang sedang digenggam.

Setiap orang hakikatnya mengurus hidupnya sendiri. Bahkan dalam kebersamaan, masing-masing sedang memperbesar kenikmatan yang bisa diraup sebanyak mungkin. Namun, pertemuan itu bisa dijadikan cara agar satu sama lain saling berbagi untuk mewujudkan kegembiraan tanpa harus mengorbankan orang lain. Namun drama hidup kadang berjalan di luar keinginan, ada yang merasa nyaman ketika korban berjatuhan.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen