Kelab Rekreasi, Sukan dan Kebajikan

Hari Ahad lalu, sejumlah dosen dan staf di tempat saya bekerja mendirikan organisasi yang dinamakan kelab. Meskipun bersifat sukarela, Dr Ishak Din menjadikan perkumpulan ini sebagai wadah untuk berbagi sesama rekan terkait kegiatan olahraga, rekreasi dan kebajikan bersama secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu, sebelum disahkan, semua yang hadir pada acara pada waktu itu membahas perlembagaan atau AD/ART agar kami mempunyai panduan untuk mewujudkan kehendak. Tak perlu lama, perlembagaan bisa diterima oleh semua pihak.

Sebagai wujud dari kebersamaan di atas, yang merupakan napas dari perkumpulan ini, salah seorang ustaz dari Pusat Islam UUM mengetuai pembacaan tahlil untuk rekan yang baru saja meninggal dunia dalam perjalanan pulang dari tanah suci. Dalam waktu 30 menitan, zikir dan doa telah dipanjatkan. Kami tentu merasakan kehilangan karena yang bersangkutan masih muda. Namun, Tuhan telah mengambilnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan terus menjalani kehidupan dengan tegar.

Acara di atas diakhiri dengan acara ramah-tamah, seraya menikmati makanan dan minuman. Kami pun bertukar cerita di tempat terbuka. Tempat di atas memang sering digunakan untuk acara silaturahim antar staf. Kadang, acara-acara seperti ini menjadi pilihan yang menyenangkan setelah civitas academica disibukkan dengan kegiatan rutin resmi yang dihelat dalam gedung berpendingin udara. Meskipun kipas tetap dinyalakan, udara alamiah yang menembus leluasa di setiap sudut bangunan itu tentu lebih menyegarkan. Belum lagi, suara burung yang menyelingi dengus napas kami membuat suasana beitu menentramkan. Adakah kita memerlukan lebih dari ini untuk bergembira?

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Lautan Fragmen

Kebenaran dan Metode