Bowling



Untuk pertama kali, saya menginjakkan kaki di lantai Bowling. Andai saja Dr Adrian Budiman mengundang dosen-dosen tamu dari berbagai negara hadir ke C-Mart untuk silaturahim, mungkin sampai detik itu, saya tidak akan melempar bola Bowling. Untungnya, Prof Timothy Murphy, dosen asal Irlandia, yang mengajar hukum di COLGIS, mau menjelaskan sekilas cara memegang bola dan melempar dengan baik, sehingga saya bisa mendapatkan angka 75 dan 93 dalam dua putaran permainan.

Tentu, permainan di atas adalah awal yang baik bagi dosen luar yang mengabdi di UUM untuk selaing mengenal dan membicarakan hal ihwal akademik lebih santai. Setelah bermain, kami pun mengambil tempat di Kopitiam untuk membincangkan kegiatan selanjutnya. Rie Nakamura dari Jepang mengusulkan agar pada masa yang akan datang, para dosen tamu berekreaksi ke Sungai Batu, Kedah, tempat peradaban terawal terbentuk di Semenanjung. Kehadiran Cik Arul, tutor lokal, yang menyelesaikan Master di Cambridge turut membantu kami mengenal lebih dekat budaya Semenanjung. Sementara Dr Akhilesh yang bertugas di Universitas Jawaharlal Nehru turut mengetengahkan isu-isu berkait dengan India dan perkembangan masyarakatnya.

Pendek kata, dalam pertemuan singkat itu, kami mengetengahkan isu dunia, mulai dari Irlandia (Eropa), India dan Asia Tenggara. Batas luruh. Ada kehendak yang kuat untuk menjadikan pertemuan ruang yang kondusif bagi dosen tamu menciptakan kehidupan kampus yang meriah, tak redup. Sebagai kegiatan rutin, setiap hari Rabu jam 12, kami akan makan siang di Academic Lounge, selain memenuhi keperluan tubuh, kami juga akan bertukar semangat pengetahuan. Semoga! Selamat Dr Adrian telah menggagas pertemuan ini dan menjadikan silaturahim antara dosen dengan baik.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode