Menjahit Identitas yang Teroyak

Majalah Suluh, Januari 2012.

Mari menjahahit kembali identitas kita, agar diri ini bisa terbaca, tanpa harus menepuk dada bahwa kita adalah terpilih.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen