Senang itu Mudah


Pleasure is the end...freedom from pain in the body and trouble in the mind ~ Epicurus, "Letter to Menoeceus"

Pagi ditingkahi oleh matahari yang bersinar terang. Setelah semalam hujan, pohon-pohon itu sepertihya habis mandi, sehingga tubuh hijaunya benderang dan debu yang menempel luruh. Kaki ini pun menikmati setiap ayunan. Saya selalu melalui jalan ini, yang menghubungkan ruang kuliah, kantin dan perpustakaan. Kalau kita tergesa-gesa suasana menjelang siang akan terlewat begitu saja. Namun, kalau kita berusaha mereguk udara dan menghembuskan secara perlahan, maka kita dengan riang merasa lega. Kita tinggal menghitung waktu dalam merancang perjalanan.

Mungkin karena udara mengandung air, matahari yang berada di atas kepala tak menyengat. Tangan ini membawa buku untuk dikembalikan ke perpustakaan. Gambar sampul mengingatkan saya pada waktu kecil, ketika kami bersekolah dan mengaji di surau dengan sarung dan songkok. Meskipun jarak ke perpustakaan agak jauh, saya memilih berjalan. Setiap jengkal dari tanah ini menyimpan banyak cerita yang mungkin kadang tak sempat mampir di benak karena kadang langkah terburu-buru telah mengabaikan setiap detik kesenangan hasrat alamiah, manusia bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Ritual berjalan dari satu tempat ke tempat yang lain di kampus menerbitkan kesegaran. Benar kata Epicurus, hasrat untuk menyangkal ini adalah kesia-sian. 

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode