Di kampung kereta kuda beroda dua. Di arena Kereta Kabel, Langkawi, dokar itu beroda empat. Kami pun ingin mencobanya, tapi peminat berjubel menanti giliran. Meskipun kami tak sempat menikmati, namun melihat binatang berkaki empat menarik 'gerobak', rasa senang pun menjalar. Di lain waktu, kami mungkin ditakdirkan untuk menaiki kendaraan ini.
Sunday, January 06, 2013
Kereta Kuda
Di kampung kereta kuda beroda dua. Di arena Kereta Kabel, Langkawi, dokar itu beroda empat. Kami pun ingin mencobanya, tapi peminat berjubel menanti giliran. Meskipun kami tak sempat menikmati, namun melihat binatang berkaki empat menarik 'gerobak', rasa senang pun menjalar. Di lain waktu, kami mungkin ditakdirkan untuk menaiki kendaraan ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-7
Dalam buku ini, Pak Nurul Huda mengutip pernyataan Pak Usman Hamid, Direktur Amnesti Internasional, "Selama bertahun-tahun masyarakat...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...

No comments:
Post a Comment