Tenang dan Tentram

Jalan ini adalah laluan yang sering dijejaki oleh kaki. Ia menghala ke kantin, tempat saya bersarapan atau makan siang dan ke perpustakaan. Di hari libur mahasiswa, saya tak mendengar riuh-rendah mahasiswa yang berlalu-lalang ke gedung perkuliahan.

Dalam keadan sunyi, saya lebih jelas mendengar nyanyian burung atau menikmat hangat matahari yang menyusup di sela-sela dedaunan. Pada jam 10-an pagi, saya melemparkan ingatan ke masa Sekolah Dasar ketika kami pulang ke rumah lebih awal sebab para guru mengadakan rapat. Ya, suasana seperti ini menyenangkan.

Jauh dari sekadar nostalgia, kita hanya perlu mengumpulkan ingatan-ingatan dari alam agar hidup ini tentram. 

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode