Makna Indonesia bagi Malaysia

Pendapat yang dimuat di Koran Kontan (12/2/13) ini adalah catatan dan langkah kecil. Kalau  ingin memamahami catatan besar, kita bisa memerhatikan apa yang dilakukan oleh Prof Yusril Ihza Mahendra dan Encik Karim Raslan. Keduanya tidak hanya mengerti hal-ihwal keserumpunan dan hambatan yang membelenggu dua saudara ini, tetapi juga mempunyai akses pada petinggi kedua negeri.

Kita hanya perlu menerjemahkan ide-ide mereka bagaimana kedua negara ini mengucap janji dan mewujudkan amanah dengan bukti. Pendek kata, setiap orang bisa membawakan dirinya sebagai agen yang bisa mengaut keuntungan dari hubungan keduanya, meskipun tidak melulu materi, tetapi juga hubungan yang lebih bersifat emosional-spiritual.

Akhirnya, tantangan yang paling berat dari dua tautan negeri ini adalah rakyat  yang mendiami tanah airnya masing-masing. Merawat kedaulatan pada ujung-ujung adalah memberikan kesejahteraan bagi setiap warga yang ada di dalamnya. Kepalan tangan, teriakan sumpah-serapah dan penumpahan kekesalan pada liyan acapkali tak lebih dari cara kita untuk menutupi kelemahan. Orang yang kuat adalah orang yang mau bekerja untuk mewujudkan gagasan besar tentang kemakmuran, keadilan dan kesetaraan di lingkungannya masing-masing.

Comments

chinta said…
salam dr...saya dah follow blog dr..hehe...sy salah seoranng student dr.paper SPE.
Ahmad Sahidah said…
Ya, terima kasih Chinta. Semoga berjaya.

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode