Bagaimana Berpikir Dengan Jernih

Di kantin, saya mencoba menyusuri buku ini. Adakah dunia pemikiran bisa ditemukan dalam dua buku ini? Kalau kita melihat penulisan kata Thinking yang terbalik dan Berfikir yang ditulis dengan 'betul', mungkin pembacaan terhadap buku ini bisa dimulai dari keanehan dan ketaatasasan ini.

Setiap orang akan berpikir dengan pelbagai cara. Tak jarang, sudut pandang kadang mempengaruhi penglihatan terhadap benda dan sesuatu. Belum lagi, mengapa saya menggarisbawahi kalimat tertentu dengan pensil dan mewarnai barisan kata dengan penerang (highlighter) di tempat yang berbeda? Adakah ini juga menentukan tingkat pentingnya satu kalimat dan ide yang lain tak begitu hebat? Bukankah sebuah wacana itu mengandaikan seluruh rangkaian kalimat?

Di luar pembacaan ini, saya hakikatnya sedang menikmati lagu-lagu yang sedang diputar di Radio Era FM. Aha, lagu Slam Tak Mungkin Berpaling menyeruak di sela-sela melamun. Dengan membaca, saya merasa bahwa pemahaman itu bisa diperoleh dalam keadaan santai, tak tegang. Mungkin, sistem pengajaran kelas yang membosankan itu perlu diganti dengan perbincangan guru dan murid di kantin sambil menikmati secawan kopi atau teh. Setuju? 

Comments

Ahmad Sahidah said…
Mas Zainun,

Kadang imajinasi melampaui pengetahuan. Saya kadang berkhayal, dan pengetahuan hinggap dan menguap begitu saja.

Alkemi Sastra Indonesia said…
Isi blog ini sangat segar. Penuh perenungan namun tak memberatkan. Renyah dan bergizi. Saya sebenarnya sangat mengharapkan esai-esai Ahmad Sahidah yang tersebar di mana-mana itu dapat ditemukan di blog ini...

Ah ya, ada buku bagus mengenai tema "berpikir". Judulnya Thinking, Fast and Slow. Penulisnya adalah Daniel Kahneman, peraih Nobel Kimia. Layak dibaca dan kelihatannya cocok untuk situ.

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode