Danau Yang Memukau

Beberapa Minggu sebelumnya, sekumpulan pemuda menggelar pesta buku dan puisi (Peristiwa ini diabadikan dalam surat kabar Sinar Harian, 14/6/13). Kemarin, sekelompok pemuda lain menggelar musik. Danau D'Aman sememangnya tempat yang memukau.

Di sela berlari, saya sempat menikmati lagu M Nasir diperdengarkan. Setiap pemain tampak menikmati alat yang dimainkan. Penyanyi pun membawakan lagu dengan rentak-menghentak. Ada kegembiraan yang membuncah dari rona wajah mereka. Aha! seorang bayi turut menikmati keindahan ini.

Sebelumnya, kami sempat menikmati beberapa lagu. Si kecil pun menari dengan tanpa beban. Malah, ia sempat keliru menarik tangan pengunjung yang disangka sebagai bundanya. Kami pun tertawa lepas. Hakikatnya, hidup itu hanya menjalani hidup dengan riang agar tak redup. Di danau inilah, saya menyusuri lorong untuk berlari. Ibu Nabbiyya juga. Kami memeras keringat agar badan tidak penat. Tubuh itu didisiplinkan agar jiwa ini tidak terlena dalam badan yang lemah. Jiwa ini pun terbuka bagi segala kenikmatan. Musik itu hanya alat, bukan tujuan. Ia tak lebih dari bunyi. Namun dengan berirama, nada itu tidak sumbang. 

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode