Monday, October 16, 2023
Jejak
Setelah kegiatan akademik dan rekreatif mahasiswa UNUJA berakhir di Menara Kembar Petronas, saya sendirian menuju Kinokuniya KLCC untuk melihat buku-buku ilmu sosial.
Setelah mengantongi novel untuk Biyya dan tidak dapat lego di kedai buku itu untuk Zumi, saya segera kembali ke penginapan.
Dengan mengambil rute LRT KLCC-Masjid Jamek, saya bisa menyusuri jalan menuju Pudu untuk menikmati roti canai dan teh tarik di sepanjang gerakan tungkai kaki.
Nah, di warung Basheer Bistro, Jalan Leboh Ampang, saya merasakan makanan yang gurih ini. Sambil mengunyah, teks pada halaman 31 "The Wisdom of Frugality" saya daras ulang:
Judaism and Islam, however, have generally viewed the more extremes forms of asceticism negatively on the grounds that they express a rejection of God's gifts, and revered figures like Muhammad and Baal Shem Tov, the founder of Hasidic Judaism, are admired for their simple lifestyles.
Layak untuk direnungkan, bukan? Pasti, perayaan maulid merupakan jalan untuk meneladani nabi, bukan sekadar pesta dan tatap muka.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Nasi Jagung
Kami memesan nasi ini pada tetangga. Dengan merogoh Rp7.000,00, kami dapat bersarapan dengan nasi jagung berlauk ikan asing, tahu, tempe, sa...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Pemilik buah catur hitam adalah Zumi. Untuk permainan kedua, adik Biyya ini memenangkannya. Dengan demikian, ia akan bermain lagi karena per...
-
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...

No comments:
Post a Comment