Pengunjung belum ramai. Kami sengaja lebih awal datang untuk mengelak dari asap rokok.
Friday, December 15, 2023
Keluarga
Di sini banyak orang menikmati pelbagai pilihan menu. Anak-anak mereka bermain di mandi bola. Zumi tidak mau lagi berlarian di sini seraya menunjukkan tanda jempol ke bawah. Mungkin, ia sudah merasa besar dan aneh berada di tengah kumpulan anak-anak yang jauh lebih kecil.
Kami berjalan kaki dari rumah untuk sampai ke Kitoz. Sekali-kali kita keluar agar segar. D sini, masing-masing memesan menu makan dan minum berbeda. Saya menikmati rasa pedas wedang uwuh dan panas soto, Nabbiyya mie dan es teh, Zumi batagor dan es jeruk, serta Bunda nasi goreng dan es jeruk. Kami pun ngobrol ke sana kemari, seperti banyak keluarga di meja lain.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-7
Dalam buku ini, Pak Nurul Huda mengutip pernyataan Pak Usman Hamid, Direktur Amnesti Internasional, "Selama bertahun-tahun masyarakat...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...

No comments:
Post a Comment