Putu Wijaya membawakan puisi Rendra dengan hidup di panggung Balai Budaya Universitas Sains Malaysia. Saya pun duduk termenung, seraya tepekur mengapa kata-kata biasa, tak berbunga-bunga, si Burung Merak, begitu memukau.
Pentas pun usai. Semua yang terlibat dalam kegiatan ini akan memungut kenangan betapa kuasa kata itu nyata. Hidup bermula dari sini, memahami lema.
Acara ini digelar oleh Persatuan Karyawan yang dipimpin oleh Prof Abdu Sohaimi Aziz, dosen sastra Fakultas Kemanusiaan (School of Humanities).

No comments:
Post a Comment