Tuesday, December 17, 2024

Tteokbokki

Saya, Biyya, dan Zumi memesan nasi goreng. Bunda memilih rawon. Di warung ini, kami menikmati menu lokal di pusat kuliner Jember.

Kita merasakan kelezatan makanan karena kebiasaan. Selera tidak diperdebatkan, tetapi bisa dijelaskan. Setiap orang menjalani kelaziman. Bila hendak mencicipi Tteokbokki, misalnya, kita ingin mengerti orang lain. Simpati lahir dari sini.

 

No comments:

Malam Minggu

Kami makan malam di warung Kitoz, tak jauh dari rumah. Sambil berjalan kaki, kami ngobrol ke sana ke mari diiringi sinar bulan. Dalam hitung...