Saturday, November 01, 2025

Warung Rooster

Zumi menunjukkan lukisannya, satu rumah nyata dan dua imajinasi. Di kediaman terakhir ia membayangkan lapangan basket dan halaman dgn sebuah atap payung yang menaungi meja dan kursi tempat bercengkerama.

Di sela menunggu tukang cukur, saya membaca ulang Philosophy for Dummies, rujukan kedua pada bedah buku Falsafah Harian: Seni Memahami Hidup Sehari-Hari di aula Pondok Pesantren Nurul Jadid dua hari yang lalu.

Saya minta Zumi membaca bab kedua, Discovering Why Philosophy Matters. Ia bisa melafalkannya tetapi belum memahaminya. Saya bilang, mengapa filsafat itu penting. Contohnya, saya bertanya "Why do you go to school? To learn. Nah, bertanya itu kegiatan falsafah. Jawaban jadi pertanyaan. Mengapa belajar?

Percakapan berakhir. Barbershop, eh, buka. Memang, di dinding tertulis kata Inggris itu.
 

No comments:

Hari ke-12 (Jazz Persia)

Saya mengenal Iran sejak Aliyah, kala berlangganan majalah Al-Quds dari Kedutaan Besarnya di Jakarta. Malah teman saya meletakkan gambar Ay...