Monday, January 05, 2026

Hari ke-4

Mari mengaji pagi untuk mengasah hati. Keseharian yang banal akan bikin kalbu meranggas. Kiai Imdad pun berucap bila ingin bahagia, teruslah menekuri turats. Potongan dari cetusan orang suci bahwa barangsiapa menuruti hawa nafsunya hilanglah kejernihannya.

من وافق شهوته عدم صفوته

Ini sejalan dengan kata Epicurus, hasrat itu sia-sia dan kosong, seperti orang yang memburu kekuasaan. Betapa banyak individu menghalalkan segara cara untuk meraih kedudukan, demi kursi, bukan tugas. 

Untuk itu, mengelola hasrat adalah cara kita hidup bermartabat. Setiap insan belajar dari pengalaman untuk meraih pengetahuan. Dengan senantiasa membaca, cakrawala terbuka. 

No comments:

Malam Minggu

Kami makan malam di warung Kitoz, tak jauh dari rumah. Sambil berjalan kaki, kami ngobrol ke sana ke mari diiringi sinar bulan. Dalam hitung...