Teologi Hitam lahir dari gugatan Cone terhadap dominasi kulit putih. Dengan didasarkan pada ide Marxisme agama itu candu, eskatologi perlu diperiksa ulang karena digunakan untuk melupakan hidup orang kulit hitam yang tertindas di dunia. Iman harus disertai dengan tindakan aktif melawan ketidakadilan.
Gereja Kritus yang sejati adalah kelompok yang mengidentifikasikan diri dengan penderitaan orang miskin dengan menjadi dengan mereka (lihat halaman 165). Hal serupa digaungkam oleh Farid Esack kala melawan Apartheid di Afrika. Dari sini, agama menggerakan dan berpihak, bukan kanal dari ketidakberdayaan dan berakhir di pojok rumah ibadah seraya meratapi nasib.
Dari kerangka berpikir inilah, Nurul Huda hendak memotret nasib Papua. Karya yang kaya rujukan ini merupakan ikhtiar untuk membuka belenggu yang mengikat warga bumi Cenderawasih dari jargon-jargon keutuhan bangsa. Tentu, prasangka sistemik yang sering ditempelkan pada mereka turut meneguhkan stigma buruk, sehingga ada alasan untuk menundukkan atas nama moralitas dan kemajuan.
Dengan cukup menjadi manusia, kita bisa melihat Papua dengan jernih dan empati. Khalas.

No comments:
Post a Comment