Friday, January 09, 2026

Hari ke-9 (Kehangatan)

Sebagaimana resolusi 2026, saya ingin merawat keseharian dengan lebih sungguh-sungguh. Meskipun membaca Martin Buber, saya melihatnya dari kegiatan yang biasa dijalani, seperti menyediakan air panas untuk Zumi dan merasakan kehangatan jiran di banyak kegiatan, seperti Sarwaan semalam.
Kehangatan bisa dipahami secara harfiah dan kiasan. Keduanya sama-sama mendatangkan kenyamanan. Kala dingin, air yang dipanaskan dan dicampur dengan air dari bawah tanah menjadikan mandi menyenangkan. Ketika bertemu seseorang yang membawakan dirinya riang dan perhatian, kita mendapatkan kehangatan, baik dari sentuhan fisik atau ucapan.
Dengan mengacu pada relasi I-It dan I Thou dalam alam pikiran Martin Buber, di hari libur saya hendak mendaras pemikir Yahudi tersebut. Meskipun ia aktif dalam gerakan Zionisme kultural, tetapi menekankan pentingnya dialog antara Yahudi dan Arab, serta menolak pandangan Zionisme yang terlalu politis atau nasionalistik semata-mata.
Dulu, saya merasakan kehangatan dosen Yahudi di UIN Sunan Kalijaga, Natalie Polzer. Pengajar asal Canada ini mengajar Kajian Yahudi dan Kristen dengan penuh semangat dan khidmat. Sebagai penganut agama yang salehah, ia menjelaskan tata cara ritual agama serumpun ini

 

No comments:

Hari ke-9 (Kehangatan)

Sebagaimana resolusi 2026, saya ingin merawat keseharian dengan lebih sungguh-sungguh. Meskipun membaca Martin Buber, saya melihatnya dari k...