Buka Bersama

Kawan baik saya, Abdul Halim Dinaa, mahasiswa PhD Kajian Islam asal Thailand, mengirim pesan pendek undangan mengikuti buka puasa bersama di rumah dalam kampus. Saya pun membalas dengan ucapan terima kasih. Sayang, sebelum bedug berbunyi, hujan turun. Kami pun terpaksa menggagalkan rencana untuk menghadiri acara ini. Namun, beberapa menit sebelum magrib, Ismae Katih, menelepon apakah saya akan datang. "Kalau hujan reda, saya datang" jawab saya.

Syukur hujan tak deras, hanya rinai kecil. Kami pun memutuskan untuk menghadir undangan ini. Ups, ternyata di depan rumah Halim telah banyak undangan lain yang siap-siap berbuka. Kami pun bergabung dan tak lama kemudian azan terdengar. Bubur kacang menjadi pembuka buka puasa dan diselingi dengan kurma. Tanpa menunggu lagi, kami pun bersantap makan nasi dengan gule kambing dan sayur. Mereka yang hadir terdiri dari Melayu, Arab, Afrika dan tentu mahasiswa Thailand.

Meskipun hidangan di atas menerbitkan selera, saya tentu membatasi diri karena perut ini tidak mampu menampung begitu banyak makanan. Pesta Pasti Berakhir, judul dari lagu Rhoma Irama, adakah kata yang pas untuk menandai berakhirnya acara ini. Kesenangan mengasup makanan tentu melahirkan kesenangan (pleasure), yang menjadi kata kunci dalam meraup kebahagiaan. Makna dari kebersamaan inilah yang mungkin melengkapi arti kebahagiaan yang sesungguhnya, karena kita tidak dibekap kesepian.

Comments

Popular Posts