Di sini, Saya Mereguk Udara


Gambar lapangan bola di atas diambil setelah saya mewawancarai kepala unit olahraga kampus. Sudah beberapa bulan, saya tak berlari menyusuri track berwarna merah terbuat dari karet lembut ini. Lebih lama lagi, saya tak mengocek bola bersama teman-teman dari Thailand. Biasanya saya memilih waktu pagi, setelah Subuh agar bisa mendengar kokok ayam dari perumahan sebelah stadion. Lamat-lamat suara binatang berkaki dua hilang dan matahari menyembul di kaki langit, saya pun mengakhiri jogging. Selalu begitu.

Pada hari minggu, saya kadang bersama keluarga berjalan mengelilingi lapangan dan kemudian ke warung terdekat menyeruput minuman panas dan membaca koran, Utusan. Ruangan sastera selala memantik saya untuk mengenal lebih dekat dunia kata. Tentu informasi kesehatan yang menjadi rubrik khusus hari Minggu tak luput dari perhatian. Sekarang, kebiasaan ini tak lagi dilakukan karena si kecil belum bisa diajak serta. Tentu, setelah agak besar, kami akan membawanya mengelilingi track agar ia tak selalu bermalas-malasan menikmati tidur.

Oh ya, Minggu besok mungkin saya akan menyentuh tanah lapangan bola itu lagi. Rasanya berat badan saya mulai bertambah. Lingkar perut mengembang sehingga sabuk seakan-akan mengikat erat, membuat tidak nyaman. Apatah lagi, rumput baru saja dipotong. Lapangan bola itu selaksa karpet raksasa yang digelar dan nyaman di mata. Ia tetes yang membuat mata menjadi lebih nyaman dan sehat.

Comments

Popular Posts