Menemukan Tuhan

Pengalaman Hamzah Fansuri, seorang sarjana dan sufi Aceh, yang menemukan Tuhan tidak di Ka’bah, bukan berarti Sang Maha Segala itu tidak ada di situ, sejatinya Dia ada di mana-mana. Coba simak puisi yang diungkap dalam Sidang Ahli Suluk: Hamzah Fansuri di dalam Mekkah// Mencari Tuhan di Baitul Ka’bah// dari Barus ke Qudus terlalu payah//akhirnya jumpa di dalam rumah. Bagaimanapun, dimensi batin dalam Islam yang dipelopori oleh para sufi selalu mengundang kontroversi dan paling apes tak jarang diberangus penguasa yang bersekongkol dengan pengawal agama, seperti dialami oleh para pengikut Hamzah Fansuri.

Gambar di atas saya ambil dari masjid kampus, Universitas Sains Malaysia. Rumah Tuhan (baitullah) itu dibangun untuk menghadirkan suasana seperti di Mekkah dalam sebuah pelatihan manasik haji. Program tersebut diselenggarakan oleh Pusat Islam untuk membantu mereka yang ingin melaksanakan haji dan umrah. Seperti diterakan dalam brosur, para ahli yang diundang untuk memberikan penerangan adalah tenaga terampil dan berpengalaman luas. Tentu yang menarik, kertas kerja pertama yang dibawakan oleh salah seorang pengurus masjid, Mohd Zamrus Mohd Ali al-Hafiz yang berbicara Haji Mabrur, Hikmah dan Falsafah Haji, sementara yang lain lebih berkait dengan teknis.

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen