Menjaga Jarak

Gambar terakhir yang saya akan ambil berkait dengan Brasil di Piala Dunia Sepak Bola Afrika Selatan. Inilah petaka yang menimpa saya: Tim Samba bertekuk lutut di kaki Tim Oranye dengan angka tipis 1:2. Betapa buncah kegembiraan mengelembung ketika Robinho menjaringkan gol ke gawang lawan dengan umpan terobosan yang bagus, tapi harus menahan cemas ketika gol penyamaan melalui gol bunuh diri oleh Felipe Melo. Seterusnya, saya tak sanggup melanjutkan ulasan perjalanan pertandingan.

Lalu, lihat gambar di atas, penonton memakai kaos tim Selecao, yang sedang rehat menanti babak ke dua. Di depannya kawan Tionghoanya tampak serius berbual (baca bahasa Melayu) dan di sebelah kiri saya (tidak tampak) adalah kawan Indianya juga terlibat perbincangan. Saya pun diam, tak nimbrung karena tak mengenal mereka, meski mempersilahkan gelas minum saya dipersilahkan diletakkan di meja mereka. Untuk ketiga kalinya saya hadir di Cafe Tanjung Sport di depan Asrama Kampus dengan minuman yang sama seharga RM 1.40. Setelah Brasil kalah, saya tak lagi berkunjung untuk menikmati bola di pelataran pertokoan yang memanjang di Jalan Bukit Gambir. Piala Dunia telah berakhir.

Untuk menutupi kekecewaan, saya pun berharap Brasil akan tampil dengan Jogo Bonitonya di Piala Dunia tahun 2014, yang kebetulan sekaligus sebagai tuan rumah. Teman-teman saya pun tahu tentang ini, karena saya menerakan dalam status Facebook. Tentu, komentar teman-teman, seperti Yatno Ladiqi, Romdhony Rangkuti, Jauhari Ahmad, Awinullah Tsabit, Ahsan Mas'odi, dan Abdul Mu'is menghibur saya karena mereka turut bersimpati meski mendukung tim Lain. Berbeda tidak harus bertengkar, bukan?

Comments

Popular Posts