Huruf Jawi

Saya mendapatkan tulisan Arab pegon ini di sebuah kitab Yasin di surau tak jauh dari rumah. Ini mengingatkan saya pada masa belajar di pondok pesantren, di mana saya harus memberi arti kata Arab satu persatu di bawah barisan. Sejauh ini, saya tidak mengikuti pedoman penulisan huruf Jawi. Tapi, kami bisa memahami satu sama lain cara menulis bahasa Indonesia dalam Arab pegon. Ibu saya pun hanya bisa menulis huruf Jawi, dan tidak Latin.

Kenapa huruf Jawi di Indonesia mati suri, sementara di Malaysia tak lagi dibanggakan oleh pemiliknya? Mari cari tahu dengan menanyakan pada kawan-kawan Anda.

Comments

Prof. Dr. Kang Gyoung Seok..mempunyai ijazah kedoktoran dlm bidang kajian tulisan jawi....warga korea y mengagumi tulisan jawi....
Ahmad Sahidah said…
Terima kasih Norjihan atas maklumat yang diberikan.

Semoga tulisan Jawi masih wujud hingga ke akhir zaman.

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Ramadan di Bukit Kachi [21]

Lautan Fragmen