Sudut Pandang

Sudut pandang itu penting dan genting. Anda mungkin menafsirkan foto ini sebagai sebuah pameran bahwa pembacanya sedang menikmati buku sambil menyesap tetesan demi tetesan kopi di sebuah kedai ternama. Tentu, saya tak akan menyangkal pernah mereguk secawan minuman hitam ini di sini.

Tidak. Saya hanya memasang aksi di depan waralaba asal Amerika ini sambil memperlihatkan sebuah buku yang baru dibeli dan duduk di atas kotak kardus berisi tumpukan buku. Lagi-lagi, 40 buah buku adalah pesanan dari seorang kawan, yang menempuh jarak cukup jauh, Yogyakarta-Surabaya-Pulau Pinang.

Lagi pula, karya yang sedang didaras tentang imajinasi. Khayalan adalah menghadirkan objek untuk menghadirkan tanggapan yang tak terkait dengan benda yang sedang ditampilkan. Sempurna, bukan? Saya pun berlindung di balik ujaran Wittgenstein, semakin kuat kita ingin menyampaikan pesan di kepala, masih ada yang tertinggal di belakang batok. 

Comments

Popular posts from this blog

Distansiasi dan Apropriasi

Bukit Kachi

Kebenaran dan Metode