Dalam The Conquest of Happiness, Bertrand Russell menyebut takut pada pandangan umum menghalang diri dari kebahagiaan. Jelas, Shamsiah Fakeh melawan kehendak orang ramai sbg perempuan Melayu, yakni bergiat dalam komunisme sbg wujud perjuangan.
Saya meminta Biyya untuk menahan diri menyatakan pandangannya, semisal apa ateis bisa hidup di Indonesia? Apa LGBT itu kehendak. Tuhan? Hal serupa juga saya minta pada mahasiswa. Masyarakat belum siap menerima perbedaan.
Setidaknya, kita bebas menyatakan diri di rumah, yg mana tanda-tanda, slogan-slogan, dan jargon-jargon tak digantung di dinding. Bahkan, kita bisa memilih diam bila berada di luar.
Wednesday, August 07, 2024
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-2
Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Me...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...

No comments:
Post a Comment