Wednesday, August 07, 2024

Cahaya Rasul

Saya sekali mengikuti pidato Danarto di Hall IAIN Jogja dulu. Betapa takjub dengan kehadirannya. Ia hadir bersama Cak Nun. 

Buku ini didaras kembali untuk menimbang renungan penulis Godlob tentang Nabi. Karya yang layak dibaca oleh khalayak menjelang hari kelahiran Rasul.

Perkataan Baginda Muhammad mendapat penafsiran yang hidup. Jelas, guratannya bersumber dari pengalaman dan pengetahuannya yang dalam.

Saya suka halaman 122 tentang keinginan Nabi untuk dikuburkan di rumahnya. Kediaman ini adalah surga. Ya, kita menemukan jannah di tempat tinggal kita
 

No comments:

Hari ke-2

Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Me...