Tuesday, May 16, 2023

Malam


Foto ini diambil oleh Zumi kemarin malam. Kami duduk di teras. Sementara saya dan Zumi bermain catur, mami dan Biyya bertukar pikiran. 

Pengalaman ini melengkapi pemanfaatan ruang yang ada di rumah. Sejauh ini, Biyya belum bersedia bermain catur. Dengan memelototi bidak, kami berusaha untuk memperhatikan layar telepon atau televisi. Dalam keadaan seperti ini, percakapan lahir. Apa yang kamu lakukan di sekolah? Senang, karena saya bermain dengan teman-teman. 

Karena Zumi senang bilang menang, saya mengalah. Tetapi, si bungsu tidak selalu bisa menundukkan "lawan" karena medan yang akan dijalani jauh lebih "luas". 

Kepulangan

Pulang, mudik atau balik kampung kadang tidak lebih dari liburan sejenak dari sekolah dan pekerjaan. Ini bisa menjadi momen untuk mengecas raga dan jiwa dari kejemuan rutinitas: adakah yang dilakukan sehari-hari selama ini menjadikan kita semua sebagai manusia? Definisi terhadap terakhir ini tentu perlu dipikirkan secara utuh agar kita tidak menjadi narapidana dari pikiran kita sendiri, mengingat kata Sam Harris, "we are all prisoners of our thoughts".
Untuk itu, kepulangan perlu diperiksa kembali. Secara kiasan, ia bisa disejajarkan dengan hijrah, pindah dari sebuah keadaan yang tidak ideal pada kondisi yang menjadi ruang untuk berbagi secara tulus. Dulu, di kampung kami menimba air di sumur untuk keperluan kamar mandi dan berkomunikasi dengan tetangga di sela antri. Jelas, di sini fungsi pompa air dan telepon genggam tidak diperlukan. Sayangnya, komunikasi di media sosial tidak lebih daripada pengalihan apa yang disebut oleh Ted Nordhaus dan Michael Shellenberger dengan “insecure affluence”.

Dari catatan ringkas ini, kita bisa mendapatkan titik temu dan pisah dalam melihat kemudikan kita.

 

Friday, May 12, 2023

Yasinan Malam Jum'at

Sebelum magrib, kami bereempat bermain bulutangkis di halaman. Sebelumnya tiga sekawan ini menonton Pak Haris yang sedang memancing di selokan. Pas selawat dikumandangkan dari masjid Baitissalam, kami berhenti dan mandi lalu pergi ke musala. Jemaah itu ibadah dan tarbiyah (pendidikan). Hal terakhir ini mengajar anak-anak untuk berhenti sejenak dari permainan. Mereka belajar diam untuk memasuki fase kontemplasi. Setidaknya, mereka telah memulai sejak dini.
 

Dilema Anwar Ibrahim


Dilema Pak Anwar Ibrahim tidak bisa dielakkan karena Pakatan Harapan tidak memperoleh kursi yang cukup untuk menentukan kabinet. Kompromi tidak bisa dihindari, meskipun janji (utama) untuk meningkatkan daya beli warga harus dipenuhi.

Pergantian kekuasaan secara ideal dilakukan melalui pemilihan umum, bukan jalan belakang. Pemerintahan yang tidak stabil jelas akan mengganggu kepercayaan investor dan kehidupan ekonomi warga. 

Untuk ituk, sSuara rakyat adalah keramat. Seeloknya, dukungan didasarkan pada pemenuhan manifesto, bukan sentimen etnik atau agama. Tentu, kehadiran oposisi diperlukan untuk menguji adakah pemerintahan MADANI ini setia dengan janji. Sesederhana ini kekuasaan! 

Tuesday, May 09, 2023

Hidup Bersama Teknologi

Bila rumah kita telah menagguk air melalui pompa listrik, apakah kita bisa lebih produktif? 

Ini adalah pertanyaan sederhana. Dulu, orang mengisi bak mandi dengan menimba air dari sumur. Di sini, warga bisa bertukar cerita. Jadi, tanpa pompa dan telepon genggam, mereka bisa mandi dan berkomunikasi. 

Jadi, teknologi mesti dikembalikan pada makna asal dari kata techne dan logos agar manusia bisa menikmati hidup secara utuh. 

 

Obonk


Bersama keluarga, kami menikmati makan malam di warung stik Obonk Jalan Afandi, Gejayan. Lebaran memungkinkan ini terjadi. Berkah! 

Apa pun dan di manapun, kita menikmati makan di warung karena bersama itu bermakna dan menikmati hidangan membuat kita riang. 

Lebih jauh, generasi baru akan menyemai kekeluargaan sebelum mereka meluaskan menjadi hubungan kemanusiaan. Setidaknya, di sini selera luar dipahami secara lokal. Pada gilirannya, waralaba setempat akan mendapat tempat. 

Monday, May 08, 2023

Kitoz

Si sulung minta makan nasi goreng di Kitoz, warung tak jauh dari rumah. Zumi pun senang. Anehnya, ia tidak lagi bermain di tempat permainan seperti biasanya. Murid SD Namira ini sudah merasa besar, bukan anak kecil lagi. 

Saya pun memesan singkong balado dan es jeruk. Si bungsu meminta burger. Maminya mencatat mie dan wedang uwuh. Setelah sekian lama tidak ke sini, kami merasakan suasana lain, meskipun berada di tempat yang sama. Setidaknya, kursi dan meja ini baru dan berwarna hijau. 

Nabbiyya masih menggunakan hand sanitizer apabila pergi ke tempat umum. Padahal, WHO menyatakan pandemi telah berakhir. Ia mungkin mendapatkan pengetahuan dari apa yang dibaca atau didengar dari guru. Setiap anggota keluarga kadang berbeda, termasuk selera.


Kondangan

Kami datang sebelum acara bermula. Pak Yuli mengundang warga untuk mensyukuri perkawinan anak lelakinya.  Di sini, kami mendengar nasihat Ki...