Friday, September 13, 2024
Kim Ji-yeong
Saya pun suka lagu negeri gingseng karena Rhoma Irama pernah membawakan lagu BTS. Eh, mengapa Kim Ji-yeong mengalami depresi? Karena tekanan yang ia dapatkan dari luar, praktik misoginis dan penindasan institusional.
Di sini, banyak lembaga, agama dan bukan, yang membelenggu perempuan. Mungkin tafsir itu telah dipengaruhi oleh banyak peubah, sehingga institusi alih-alih membebaskan, malah mengerangkeng penganutnya.
Friday, September 06, 2024
Kebaikan Kawan
Mas Abdur Rozaki berkenan berbagi pengetahuan dan pengalaman di depan mahasantri Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid. Sebagai wakil rektor kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, lulusan Akidah dan Filsafat ini sangat piawai menyihir hadirin dgn kata, gaya, dan tata.
Ada tiga hal yang dilakukan agar mahasiswa menemukan hidup, yakni membaca, berdoa, dan bermanfaat bagi orang lain. Sebagai pelajar kesehatan, Anda sekalian telah menyelamatkan kehidupan, yang merupakan tugas sangat mulia, ungkapnya.
Tatkala sesi tanya jawab, Eva, dari universitas Katolik Kupang yang jago musik bertanya soal relevansi aktivisme kemahasiswaan dengan tantangan baru, Nahdia Fiki Maghfiroh menyoal sikap terhadap teman toksik, dan Hidayah mengajukan kegundahan eksistensial, mungkinkah manusia yang terbatas mencapai kesempurnaan?
Sebelum menjawab, Mas Rozaki menegaskan bahwa dgn kehadiran Eva di pondok, ia menemukaan keindonesiaan di sini, yang mendapatkan respons tepukan gemuruh dari seluruh peserta. Momen yang sangat menggetarkan!
Halaqah Peradaban
Pihak Pondok Pesantren Nurul menyiapkan halaqah dengan cermat. Fikih Siyasah dan tata dunia baru tentu akan menimbang Imam Mawardi, Fahmi Huwaidi, dan Wahbah Zuhaili, tetapi santri juga akan mengulik Plato, Hobbes, John Locke, Rawls agar hegemoni Barat bisa dipahami dalam tata dunia masa kini.
Filsafat politik India, China, dan Nusantara juga perlu hadir untuk menafsir "wilayah" profetik katena tatikh al-islami tidak steril dari pengaruh Rum dan Persia.
Khilafah perlu dilihat secara utuh. Jangan dikit-dikit NKRI harga mati di tengah ada meme NKRI harga naik. Dari sini, lembaga pendidikan tradisional harus menjaga jarak dengan kekuasaan.
Adaan dan Mengada
Ketika dua anak bersekolah di SD, kami masih memastikan mereka bisa membaca dan menyediakan buku ringan. Setidaknya, si bungsu mau baca Malin Kundang, yang didapat dari Rocket Chicken. Manakala si sulung menekuri Dork Diaries.
Saya punya "Haji Murat" oleh Leo Tolstoy, tapi hingga kini ia belum juga disentuh oleh buah hati. Beruntung pas SMP, si sulung mau mengulik Multatuli.
Anak-anak kita wajib membaca sastra. Oh ya, saya dulu beli "Being and Nothingness" di Kinokuniya Kuala Lumpur, yang juga belum dilirik oleh anak.
Apa pun, jalan pada pengetahuan itu beranekaragam. Apa yang kita anggap "ada", mungkin "tiada" di pikiran orang lain, atau sebaliknya. Jadi, isu adaan, mengada, dan mengada-ada sememangnya rumit. Kalau pengadaan, kita tinggal minta pada bagian sarpras.
Wednesday, September 04, 2024
Menemukan Diri
Rubin mengutip Erasmus bahwa kebahagiaan utama adalah seseorang yang menjadi dirinya sendiri (hlm. 79). Pesan ini hakikatnya ditemukan di banyak tradisi, baik sekuler maupun relijius, bahwa manusia harus tampil sebagaimana siapa adanya.
Ini tidak mudah. Saya berusaha dan sering mengatakan pada anak sulung untuk jadi diri sendiri. Untuk si bungsu, sebagaimana anak-anak pada umumnya, ia belum sepenuhnya bisa memahami konsep, tetapi contoh.
Aha! Setelah menemukan diri, saya merasa sunyi. Setelah kembali ke khalayak, saya adalah bagian dari kerumunan.
Tuesday, September 03, 2024
Ngaji Kitab
ورسخت العادات في قلوبهم
Kiai Zuhri mengurai kalimat di atas ("mereka terperangkap dengan kebiasaan-kebiasaan dalam hati mereka.") dengan sangat menarik. Adat yang seringkali dipahami sebagai kearifan lokal disoal. Kitab Minhajul 'Abidin yang dikaji setiap pagi ini menjadi relevan.
Tentu, kebiasaan yang telah diterima sebagai bagian dari kehendak untuk saling menolong dan peduli itu baik. Namun, jika ia menjadi beban, warga turut memikirkan jalan keluar agar keberterimaan pada kebedaan status dan kedudukan dilihat sebagai keniscayaan.
Sejauh ini, warga dilihat secara setara dalam hal ekonomi. Kegiatan masyarakat sering melibatkan warga dengan tanpa menimbang keadaan masing-masing yang tidak sama. Kearifan tampak lancung bila adat justru menjerat leher.
Melestarikan Bahasa Malindo
Tulisan ini ingin mengurai silang-sengketa melalui peristiwa bahasa. Meski keduanya makin berpisah, titik-temu perlu diungkap (Baca http://majalah.tempo.co/konten/2013/03/31/BHS/142166/Melestarikan-Bahasa-Malindo/05/42).
Pendapat ini dapat ditimbang oleh teman-teman yang berusaha untuk mendekatkan kedua bahasa.
Catur dan Makna
Pemilik buah catur hitam adalah Zumi. Untuk permainan kedua, adik Biyya ini memenangkannya. Dengan demikian, ia akan bermain lagi karena per...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Pemilik buah catur hitam adalah Zumi. Untuk permainan kedua, adik Biyya ini memenangkannya. Dengan demikian, ia akan bermain lagi karena per...
-
Dalam perjalanan pulang dari sekolah, Biyya minta mampir ke pasar mini untuk membeli roti. Saya pun menunggu di warkop yang menyediakan empa...






