Sebagai praktik, Islam telah menjadi bagian keseharian sejak kecil. Tapi, secara teoretik, ia muncul secara kritis sejak belajar di perguruan tinggi. Hingga sekarang, saya masih menekuri pelbagai persoalan Islam dan sejarah pemikirannya.
Hari ini, saya meminjam buku (baru diperoleh) yang disunting oleh R. Michael Feener berjudul Islam in The World Cultures: Comparative Perspectives. Dari sekian penulis, hanya satu yang beragama Islam [dilihat dari namanya sih?]. Justeru disinilah sumbangan buku ini bagi kita. Orang luar berbicara Islam. Lalu, apakah pemahaman mereka sama dengan kita sebagai muslim? Di sinilah sebuah dialog perlu dimunculkan agar kita sama-sama melihat masalah secara jernih.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Poli Anak
Kami berfoto bersama sebelum mendaftarkan Zumi untuk periksa ke dokter Ayu. Perawat menyambut ramah dengan memastikan suhu, berat badan dan ...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...
No comments:
Post a Comment