Monday, February 19, 2018

Menunda adalah Menimbang

According to one simple and familiar characterization, procrastination involves simply putting things off until the last minute (Chrisoula Andreou and Mark D White, The Thief of Time: Philosophical Essays on Proscratination, 2010: 3).

Adakah penundaan bisa dikaitkan dengan pembelian buku yang diingini? Artinya, sebelum buku ini dipindah dari rak pameran, saya segera membayarnya di kasir. Tidak. Isu penundaan ini jauh lebih rumit dibandingkan dengan kehendak mengoleksi karya sarjana.

Penundaan terkait dengan kesadaran tentang waktu. Ada beberapa orang yang melakukannya secara sengaja, sebab hendak menjaga hasil terbaik dengan pekerjaannya di bawah tekanan. Ahli psikologi menggali persoalan apakah penundaan memperbaiki atau mengurangi kualitas kerja dan kualitas kehidupan. Aha! Saya malah mempromosikan kumpulan karya dari pelbagai sarjana tentang waktu, alih-alih terkait dengan How Coca Cola Took Over the World. Mengapa? Saya telah berazam untuk tidak mengasup minuman yang membuat tulang kita rapuh.   

Tuesday, February 06, 2018

Ayam Penyet

Menurut Anda, letak gambar ini berada di sebelah kiri atau kanan? Saya menyebutnya di kiri sebab saya melihatnya dari depan. Apa akibatnya? Ekonomi itu bisa dibincangkan secara seru dari pikiran-pikiran Marxian, ditimbang penentangnya.

Tapi, hentikan sejenak untuk mengerutkan dahi. Kita hidup di zaman yang ditaklukkan oleh kekuatan modal. Keluarga dan tetangga kita memenuhi keperluan hidup melalui cara kerja kapitalisme lanjut yang lihai bergerak, tak seperti seterunya, sosialisme yang lebih lamban, apalagi komunisme yang sudah kejang menunggu ajal tiba.

Di tengah serbuan perusahaan multinasional, orang ramai sejatinya bisa menikmati barang, makanan, dan jasa dengan harga murah karena penyahpusatan (desentralisasi). Meskipun McDonald berpusat di Amrik, namun mainan yang acapkali disertakan setiap membeli burger adalah buatan Vietnam dan negara-negara lain yang mempunyai upah buruh murah.

Menariknya, gerai Ayam Penyet mungkin tak sepopuler Kentucky Fried Chicken dan sejenisnya, namun ia berdiri gagah di sebelahnya. Meskipun anak saya memilih kentang goreng, kami menikmati makanan yang akrab di lidah, seperti ayam penyet, daging balado, terung goreng, bakso, dan lain-lain. Herbert Marcuse benar bahwa kebutuhan sejati itu adalah makanan, pakaian dan rumah, namun apa yang kita suap kadang dihasilkan oleh kebutuhan-kebutuhan palsu. Absurd (Celaru)!

Wednesday, January 10, 2018

Bekerja sama

Azli Rahman dalam buku Controled Chaos menegaskan bahwa tidak semestinya sebuah sistem pendidikan yang dianggap berhasil untuk ditiru begitu saja dengan mengabaikan latar belakang dan budaya yang menyangganya.

Finlandia yang dianggap negara terbaik dalam pengelolaan pendidikan layak untuk ditimbang sebagai contoh. Namun menerapkan kaedah yang digunakan, seperti tidak ada pekerjaan rumah, tidak akan menjadikan cara pembelajaran anak-anak di sini lebih baik. Pada hari pertama, mereka mendapatkan pekerjaan rumah.

Bagi saya, ia perlu agar anak-anak tidak hanya terpapar pada hiburan dan arena persemaian hubungan anak dan orang tua. Lagipula, hanya beberapa lembar kertas yang harus diselesaikan. Tentu, tangungjawab bapak ibu di rumah untuk mengajak anak-anak melakukan kegiatan di luar ruang, tanpa gawai, penting. Lagi-lagi, fasilitas publik perlu menjadi perhatian semua pihak agar anggota keluarga bisa meluangkan waktu bersama tanpa diganggung oleh kutukan teknologi.  

Wednesday, January 03, 2018

Resolusi Tahun Baru

Resolusi itu keinginan yang terkait dengan hasrat sehari-hari. Ia perlu dipenuhi untuk memuaskan kehendak. Setelah memeriksa pengalaman, seeloknya semakin menua kita menyesuaikan dengan kemauan sebanyak mungkin orang. Jika Lacan mengatakan bahwa keriangan (enjoyment) itu adalah sebuah kewajiban (obligation) dan memiliki sebuah objek hasrat, maka kita harus menyiasati dengan membiasakan diri dengan objek yang dipikirkan dengan sungguh-sungguh.

Bersama keluarga berbelanja di pasar adalah satu cara mendekatkan emosi antara anggota keluarga dan sesama manusia. Di sini, kami bertemu dengan banyak penjual. Malah, di hari itu, saya bertemu dengan seorang kawan UUM yang juga membeli ikan bersama isteri dan seorang puterinya. Di kampus kita membahas banyak isu-isu, di tempat umum kita mewujudkan ide-ide itu menjadi tindakan.

Keinginan sejatinya bertumpu pada kebutuhan, yang perlu dilihat secara cermat. Mengingat ia hadir bersama kebiasaan, mungkin setiap individu memikirkan kembali untuk melakukannya dengan andaian bahwa apapun yang kita lakukan semestinya mengandaikan kebutuhan sebanyak mungkin orang. Betapa menyenangkan ketika si penjuang ayam potong menyahuti celotehan Zumi yang seronok menikmati setiap sudut di pasar Changlun.


Thursday, December 28, 2017

Pasar Changlun


Kami berdua berbelanja ke pasar Changlun. Kita boleh berdebat tentang sistem eknomi yang terbaik, tapi jika meluangkan waktu membeli keperluan sehari-hari di sini, kita telah bersepakat dalam satu hal: sosialisme itu mungkin.

Status ini dimuat dalam Facebook saya. Sejatinya, kegiatan seperti di atas dilakukan oleh banyak orang. Saya sering melihat lelaki Arab, Asia Tengah, Asia Selatan, dan Afrika yang belajar di UUM juga berbelanja di sini. Terutama, pada hari Rabu, pasar malam yang digelar menjadi magnet bagi orang ramai, termasuk mahasiswa dan warga lokal.

Berbeda dengan pasaraya yang tak jauh dari pasar tersebut, kami membeli kebutuhan dari banyak penjual. Ketika pasar tidak dikuasai oleh segelintir ornang, maka perdebatan tentang kapitalisme dan sosialisme melihat melihat adakah kue ekonomi dan bisa dinikmati oleh sebanyak mungkin orang? Jika tidak, siapa yang akan akan membeli barang yang diproduksi secara massal dan berteknologi tinggi itu?

Sunday, December 10, 2017

Mewarnai Kehidupan

Satu hari sebelum lomba ini digelar, kami menerima tawaran dari seorang mahasiswi yang meminta Biyya mengikuti pertandingan mewarnai. Ketika itu, kami sedang makan malam di kantin kampus.

Kegiatan di atas adalah sebagian dari karnaval kewirausahaan mahasiswa BPME 2013. Dengan mantap, pelajar tersebut menjelaskan program di atas. Saya dan Ibunya tak terburu-buru menerima, mengingat Biyya pernah kecewa karena tidak mendapat juara pada acara serupa.

Padahal, dalam rekam jejaknya, ia pernah mendapat tempat dan gagal untuk yang kedua dan ketiga kalinya. Beruntung, Al-Isbah, kawannya dari Pakistan menghibur dan kami membawanya ke toko buku Popular untuk mengobati kekesalannya. Untuk kali ini, kami bersikap datar. Pada pagi hari, ia bangun dan segera bersiap untuk ke ajang lomba. Di sana, ia bertemu dengan teman adik kelas di UUM IS, yang berasal dari Timur Tengah. Tidak lama kemudian, banyak teman dari satu sekolah yang turut meramaikan program tersebut, seperti Dave asal Filipina. Malah, Zumi sempat bermain mobil-mobilan dengan Raja, anak Pak Donny. Akhirnya, kegiatan ini menjadi pertemuan banyak orang. 

Sebelum berangkat, kami mengingatkan bahwa ini sekadar hiburan dan bersenang-senang. Sayapun bergembira karena ia bisa berbagi cerita dengan temannya. Tak hanya itu, kakak Zumi ini mengikutinya dengan tenang dan tak tergesa-gesa, seperti pengalaman lomba yang ketiga dulu. Seeloknya, murid tahun keempat ini menikmati proses pewarnaan dan tak memburu kemenangan semata-mata. Pada gilirannya, ia bisa belajar setiap mata pelajaran dengan keriangan, meskipun pernah menulis membenci matematika. Menariknya, semua peserta mendapatkan hadiah. Apapun, lomba ini bukan saja mewarnai kertas, tetapi juga kehidupan. 

Sunday, November 26, 2017

Alat Belajar

Fahmi adalah salah seorang teman Nabbiyya, yang berasal dari Bangladesh. Ia sedang menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas, sebagaimana teman-teman lainnya yang juga memanfaatkan teknologi untuk belajar menyusun skrip. Dengan berkelompok, mereka akan berbagi dan bekerja sama untuk memahami mata pelajaran.

Jika sejak awal terbiasa mengerjakan banyak pekerjaan secara berkumpulan, maka mereka akan mudah melakukannya bersama teman sekerja nanti. Tentu, teknologi yang kadang menjadi ancaman bagi anak-anak bisa digunakan untuk alat pembelajaran. Maklum, teknologi telah menjadi hantu yang acapkali mengalihperhatian untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Dengan demikian, tidak hanya di kelas, mereka akan menjadikan teknologi sebagai alat untuk meneroka pengetahuan di luar, bukan sekadar permainan.

Selain menekuni kemahiran, mereka juga belajar nilai-nilai murni, seperti menghormati, menghargai, dan menolong orang lain. Setiap kali saya menjemput Nabbiyya di UUM IS, ia dan kawan-kawannya dengan riang menyeru kedatangan saya, sehingga Biyya segera bergegas turun ke bawah. Tak hanya itu, kedekatan mereka yang tulus dan bersahaja juga turut menyemangati kami, para orang tua, untuk juga saling menyapa dan bertukar cerita. Jika anak-anak itu bisa mengenal para ayah kawannya, maka para orang tua berusaha untuk tahu siapa mereka. Ini baru keseimbangan!






Ambil Rapor

Setiap orang tua tidak hanya mengambil buku nilai anak kelas 5, tetapi juga mendengar mereka mempresentasikan proyek di depan kelas. Guru ti...