Thursday, December 17, 2020
Alpokat
Saturday, October 31, 2020
Laut Bercerita
Biyya mengambil novel Laut Bercerita dari rak buku. Kami tak memintanya untuk membaca koleksi "dewasa" karena murid SD Namira ini telah memilih karya kesukaan sendiri, seperti Dork Diaries, Harry Potter, dan Spy School. Mungkin karena bosan menunggu buku baru pesanan belum datang, ia menyusuri rak untuk membaca apa yang menarik perhatiannya.
Keinginan ini makin membuncah setelah diberitahu bahwa tulisan Leila S Chudori tersebut bercerita tentang gerakan mahasiswa di era Soeharto. Tentu, ada beberapa ungkapan yang ia belum bisa pahami sebagai anak-anak, tetapi ia sendiri punya kehendak yang kuat untuk memahami isu demokrasi, pemerintahan, dan kekuasaan.
Menariknya, anak ini pernah digendong oleh sang penulis, ketika Leila berkunjung ke Pulau Pinang untuk mengisi acara kesusasteraan Georgetown Literary Festival. Di sela program, penulis Pulang tersebut juga membahas karyanya di Universitas Sains Malaysia bersama dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Humaniora.
Tuesday, July 07, 2020
Tuesday, June 30, 2020
Hidup Petani!
Dengan teknologi 2.0 dan telepon (belum) android, petani tersebut menjalani keseharian. Meskipun menggunakan mesin, tetapi lelaki kampung sebelah tersebut menggunakan tenaga untuk mendorong traktor. Sekali waktu, ia tampak mengerahkan otot untuk melawan liatnya tanah.
Bersama seorang rekannya, Pak Ayub menyelesaikan pembajakan tanah seluas dua hektare selama dua hari. Terik matahari dan tanah yang keras menjadikan tubuh keduanya kuat. Setelah menuai padi, pemilik akan menanam tembakau. Ya, beras dan rokok yang dinikmati oleh orang ramai itu dihasilkan oleh jerih payah petani. Hidup petani!
Monday, June 15, 2020
Metallica itu Rhoma
Tuesday, June 09, 2020
Kirim Buku
Tentu, ongkir sebesar itu berkali lipat dari harga buku yang akan diposkan. Tetapi, peminat melalui pesan messenger tak keberatan. Saya tentu senang dan jauh lebih seronok karena Zumi belajar bagaimana wirausaha bekerja.
Lihat! Anak kecil itu memakai helm, masker, dan jaket. Ia mungkin tak sepenuhnya memahami, tetapi minatnya jelas tumbuh bersamaan dengan pelaziman. Kemarin sore, tiba-tiba ia menawarkan mau makanan apa? Dengan menjadikan sampul buku yang sobek sebagai nampan, ia meletakkan kentang goreng, burger, dan mainan. Jelas! Ini bayangannya tentang McDonald.
Betapa kuat pesona kedai makan asal Amrik itu hinggap di benak seorang anak.
Friday, March 13, 2020
Kenangan
Salah satu program yang membuat kami teruja adalah ketika Karyawan menyelenggarakan acara Malam Rendra di Pusat Budaya. Orang tua angkat kami dan anaknya turut hadir. Pakcik Yusof dan Makcik Sri adalah kakek dan nenek Biyya dan Zumi di Semenanjung. Ayah angkat kamilah yang melakukan tahniq masa murid SD Namira ini menginjak usia tiga bulanan.
Biyya ingin berlebaran di Pulau Pinang nanti. Semoga pandemik Covid-19 segera berakhir. Kakak Zumi akan segera memeluk Maktuk apabila bertemu. Pemandangan ini selalu membuat kami terharu. Betapa ikatan emosional ini kuat dan tak akan pernah tamat. Abadi, seperti ketulusan keduanya dalam menyemai hubungan kekeluargaan.
Ambil Rapor
Setiap orang tua tidak hanya mengambil buku nilai anak kelas 5, tetapi juga mendengar mereka mempresentasikan proyek di depan kelas. Guru ti...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Kami berdua salat di masjid tempat orang dewasa, remaja, dan anak-anak bersembahyang. Di sini, saf pertama bisa diisi oleh jamaah dari sega...




