Agar blog saya tidak kosong melompong, maka paste saja komentar di blog teman. Mudah, bukan?
***
Acapkali, aku menghibur diri untuk membaca peristiwa dengan cara yag berbeda agar kenyataan tidak terlalu pahit. Kadang berhasil, sech? Tapi, kadang juga bikin dongkol, untungnya, masih bisa menahan diri.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Hari ke-2
Dalam sebuah grup Whatsapp, FAMAJA, saya bertanya, apa resolusi 2026 Anda? Salah seroang anggota menukas, "Menurut saya tak penting. Me...
-
Ahmad Sahidah lahir di Sumenep pada 5 April 1973. Ia tumbuh besar di kampung yang masih belum ada aliran listrik dan suka bermain di bawah t...
-
Buku terjemahan saya berjudul Truth and Method yang diterbitkan Pustaka Pelajar dibuat resensinya di http://www.mediaindo.co.id/resensi/deta...
-
Ke negeri Temasek, kami menikmati nasi padang. Kala itu, tidak ada poster produk Minang asli. Pertama saya mengudap menu negeri Pagaruyung ...
4 comments:
Tak tau nak cakap apa lagi ... dah bosan dengan keadaan di bilik karel ni. Ketua hanya bertindak sebagai pemberi arahan; dan menetapkan segala peraturan. Tapi, justru dialah juga yang melanggarinya. Tak ada lagi keserasian untuk terus bekerjasama, so baik saya berundur saja.
Okay, It is no problem. I appreciate what you have decided. But, you have to consider your relations to the others.
Greetings from Norway!!
Relation with others???
I don't care about them, and what they'll say.
Mengapa harus takut pada orang lain? Aku adalah aku. Mereka adalah mereka.
Post a Comment